Bantu Manajemen Usaha, KKP Luncurkan Penyuluh Perikanan

Bogor – Kementerian Kelautan Perikanan meluncurkan Penyuluh Perikanan Bantu Manajemen Usaha (PPBMU) merupakan inovasi baru dalam rangka melahirkan wirausahawan perikanan yang tangguh dan mandiri.

“PPBMU bertugas sebagai tenaga pendamping usaha mikro kecil di sektor kelautan dan perikanan,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelauatan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto, di sela-sela peluncuran PPBMU, di Kota Bogor, Jawa Barat,Senin (20/6).

Menurut Rifky, pembentukan PPBMU merupakan inovasi baru BPSDMPMKP dalam menyikapi persoalan tingkat nelayan dan petambak ikan saat ini. Persoalan modal yang masih menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha perikanan dan kelautan. “Kami merekrut 200 PPBMU yang akan memberikan pendampingan manajemen usaha kepada pelaku UMKM kelautan perikanan,” katanya.

Rekrutmen tersebut dilatar belakangi oleh rendahnya penyerapan kredit, baik perbankan maupun non perbankan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, hal tersebut karena perbankkan masih menganggap sektor kelautan perikanan beresiko tinggi, atau kemampuan mengembalikan modal yang dipinjamkan rendah. “Ada indikasi keengganan atau ketidakpercayaan perbankan untuk mengucurkan kredit karena menganggap sektor perikanan kelautan beresiko,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Rifky menjadi tantangan, apalagi Pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi sembilan persen per tahun. Selain itu, berdasarkan data Bank Indonesia, hanya sekitar 20 persen kredit UMKM bagi usaha mikro dan hanya lima persen dari total kredit UMKM yang menyasar pelaku perikanan.

“Kondisi ini perlu disikapi mengingat populasi UMKM di Indonesia masih didominasi oleh usaha mikro sebesar 98,8 persen memiliki aset dan produktivitas rendah, termasuk sektor perikanan kelautan,” katanya.

Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Endang Suhaedy mengatakan, para pendamping memiliki tugas membantu UMKM kelautan dan perikanan dapat mengakses perbankan (bankable), sehingga dapat berdaya saing. “Tugasnya membekali pelaku usaha dalam manajemen usaha, pencatatan transaksi keuangan,” katanya.

Endang menambahkan, PPBMU tidak hanya mendampingi UMKM yang ‘bankable’ tetapi juga mendampingi pelaku usaha potensial yang masih belum bisa mengakses perbankan. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Ivan Syamsurizal menyebutkan, PPBMU yang telah direkrut sebanyak 81 orang dari 61 kabupaten/kota di 26 provinsi. “Sisanya 119 orang PPBMU merupakan penyuluh perikanan PNS yang kita berbantukan,” katanya.(ant)

https://www.jurnalasia.com/seremoni/bantu-manajemen-usaha-kkp-luncurkan-penyuluh-perikanan/