Catalog Detail

Laporan tahunan statistik perikanan tangkap 2014 pelabuhan perikanan nusantara Pekalongan

Title
Laporan tahunan statistik perikanan tangkap 2014 pelabuhan perikanan nusantara Pekalongan
Edition
Classification
Authors
Subjects/Topics
GMD
Text
Publisher
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan
Publish place
Pekalongan
Publish year
2015
Language
Indonesia
Collation
xxii, 53 hlm.;ilus.; 17 cm
ISBN/ISSN
Location
Call Number
Notes/Abstract
Pada tahun 2014 volume produksi yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) sebesar 20.790 ton dengan nilai Rp 199,907 milyar dibanding dengan tahun 2013 sebesar 17.751 ton dan nilai Rp 164.554 milyar, berarti mengalami kenaikan volume sebesarb17,12% dan nilai produksi naik 21.48%. Dengan demikian, telah terjadi kenaikan rata-rata harga ikan yaitu Rp 9.269 per kg pada tahun 2013 menjadi 9.615 per kg pada tahun 2014. Naiknya rata-rata harga ikan ini selain disebabkan jenis ikannya, juga mutu ikan yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPNP pada tahun ini mutunya meningkat baik dikarenakan beberapa kapal penangkap ikan sudah menggunakan alat pembeku. Musim ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan terjadi antara bulan Juni sampai Oktober karena pada bulan-bulan tersebut terjadi kenaikan produksi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.Pada lima tahun terakhir, diu Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan banyak didatangi para nelayan luar daerah (dari Jawa Timur, Rembang). Pekalongan dijadikan basis kegiatan mereka. Antara sepuluh sampai dua puluh hari dalam setiap bulannya (musim petengan/gelap bulan)mereka beroperasi di Laut Jawa dan mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Daerah penangkapan bagi para nelayan di PPNP sebagian besar adalah di daerah Maslembo dan Matasiri (Selat Makassar)selain itu juga di lumu-lumu serta perairan Bawean dan Laut Cina Selatan. Dengan jauhnya penangkapan ini menjadikan lamanya hari di laut (trip) yaitu berkisar antara 30 sampai dengan 90 hari. Demikian juga mengenai jumlah perbekalan yang harus dipersiapkan menjadi lebih banyak ketika akan melaut. Sehingga biaya operasional menjadi lebih besar.