Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Proses Pembelajaran

  • Posted on: 6 January 2016
  • By: stpjakarta

                                                              Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Proses Pembelajaran

                                                                  oleh Widya Indarti, S.Sos (Pustakawan Pertama, STP Jakarta)

        Dalam UU RI No 43 tahun 2007 disebutkan perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka (pengguna perpustakaan).

              Selama ini perpustakaan dikenal memiliki beberapa fungsi utama sebagaimana diungkapkan Sarwono (2014). Pertama, fungsi edukasi : perpustakaan merupakan sumber belajar bagi para pengunjung perpustakaan. Oleh karena itu koleksi yang disediakan oleh perpustakaan adalah koleksi yang mendukung tujuan pembelajaran. Kedua, fungsi informasi, maksudnya adalah informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dapat dicari dan ditemukan di perpustakaan. Dari sudut pandang dunia perpustakaan, informasi dimaksudkan sebagai suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang (Estabrook dalam Yusuf, 2001). Ketiga, fungsi riset, bahwa perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder paling mutakhir sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pada umumnya fungsi ini ada pada perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus. Keempat, fungsi rekreasi, maksudnya adalah perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan. Selain itu perpustakaan juga dapat sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan bagi pengunjung perpustakaan. Kelima, fungsi publikasi, maksudnya, perpustakaan selayaknya membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan civitas akademika. Keenam, fungsi deposit, maksudnya, perpustakaan selayaknya menjadi tempat penyimpanan dan pelestarian karya yang dihasilkan oleh warga masyarakat. Ketujuh, fungsi interpretasi, maksudnya adalah perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pemustaka dalam melakukan pengabdiannya. Kedelapan, fungsi kultural, menurut Abdul Rahman Saleh (2010), menyampaikan bahwa fungsi kultural maksudnya adalah memiliki dan menyediakan bahan pustaka baik tercetak maupun elektronik yang menyajikan kebudayaan daerah, kebudayaan suatu bangsa maupun kebudayaan antar bangsa.