Seminar Perpustakaan Sekolah/Madrasah 2015 Berlangsung di Jakarta

  • Posted on: 7 December 2015
  • By: BPSDMKP

Seminar Perpustakaan Sekolah/Madrasah 2015 dengan tema “Membangun Sekolah/Madrasah Unggulan Berbasis Perpustakaan” diadakan Perpusnas di Gedung Perpusnas, Salemba, Jakarta, Kamis (12/11/2015). Seminar Perpustakaan Sekolah/Madrasah dihadiri sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah atau madrasah di DKI Jakarta.Peneliti dari Kementerian Agama, Imam Tholkhah berkesempatan memberikan presentasinya. Diantaranya presentasinya, Imam Tholkah berpendapat, fondasi budaya akademik dan semangat berkarya harus dimiliki para peserta didik agar siap menghadapi persaingan di masa depan. “Sayangnya saat ini mayoritas madrasah belum memiliki perpustakaan yang representatif. Padahal output pendidikan yang baik berawal dari gemar membaca. Misalnya, pelajar yang menjuarai olimpiade pendidikan,” ujar pria pemegang gelar doktor ini. Bahkan pusat penelitian dan pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan menemukan bahwa tingkat keterpenuhan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) madrasah hanya 49,6 persen. Penelitian tersebut menemukan ada lima masalah besar dalam pengelolaan perpustakan madrasah, yaitu sumber daya manusia yang rendah, koleksi buku yang tidak mutakhir, kebanyakan menunggu bantuan dari pemerintah, kelemahan pengolahan bahan pustaka, perpustakaan dianggap sebagai pelengkap sekolah, dan minimnya kualitas pelayanan perpustakaan. “Salah satu faktor penyebabnya adalah kebijakan kepala madrasah yang tidak maksimal, terutama alokasi anggaran yang rendah.Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando menyatakan, setiap perpustakaan seharusnya dikelola sesuai dengan SNP. Ini sesuai dengan UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Untuk mewujudkan perpustakaan sekolah atau madrasah yang representatif, Syarif Bando mengajak para pendidik, pustakawan, dan kepala sekolah agar meningkatkan kemampuan diri. Jangan kalah dengan kemajuan teknologi, informasi yang ada di internet. “Karena sepintar-pintarnya orang, tetap membutuhkan buku untuk menjadi pintar,” tegasnya. Pelajaran di sekolah memang penting, tapi buku merupakan gudang ilmu. Karena ilmu mengenai cara menciptakan sesuatu, membuat inovasi, ada di dalam buku,” tambah Syarif di depan peserta seminar. Melalui Seminar ini, diharapkan bertambah pengetahuan pustakawan dan petugas mengenai manajemen perpustakaan sekolah/madrasah

Perpustakaan: