Resensi Buku : Membangun Laut Membangun Manusia

  • Posted on: 31 August 2015
  • By: BPSDMKP

Resensi Buku

Judul Buku                  :           Membangun Laut Membangun Manusia

Pengarang                    :           Dr. Suseno Sukoyono

Editor                           :           Suhana

Penerbit                       :           IPB Press

Tahun terbit, cet.          :           2015, Pertama

Tebal buku                  :           92+ 18 halaman romawi

Harga buku                  :           -


Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan negara maritim dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504 pulau, luas laut mencapai 2/3 luas wilayahnya, garis panjang pantai terbesar kedua di dunia mencapai 95.181 km, dan letaknya sangat strategis di antara dua benua dan dua samudera. Dengan potensi ini, lembaga studi ternama Mc Kinsey Global Institute, dalam laporannya “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia's Potential” menyebutkan, sektor perikanan merupakan salah satu sektor utama (di samping sektor jasa, pertanian, dan sumberdaya alam) yang akan menghantarkan Indonesia sebagai negara yang maju perekonomiannya pada 2030. Pada tahun tersebut, ekonomi Indonesia akan menempati posisi ketujuh ekonomi dunia, dengan mengalahkan Jerman dan Inggris.

Berangkat dari fakta di atas, maka pembangunan kelautan dan perikanan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Dengan potensi demikian, seharusnya Indonesia mampu menjadi negara maju dan menguasai pasar perikanan dunia.

Namun, yang terjadi di lapangan saat ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Potensi yang ada belum dikelola secara optimal. Salah satu permasalahannya adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan terus-menerus mendorong peningkatkan kapasitas SDM kelautan dan perikanan.

Ada empat hal yang perlu mendapatkan perhatian untuk membangun kelautan dan perikanan ke depan, yaitu keberlanjutan sumberdaya alam yang ada di laut, khususnya sumberdaya ikan, dukungan SDM andal, infrastruktur, dan sistem kelembagaan. Dari keempat hal tersebut, keberadaan SDM unggul menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan.

Karena itu, menurut Suseno, sudah saatnya Indonesia memiliki grand design pembangunan kelautan dan perikanan yang berpihak pada pengembangan SDM Indonesia di masa yang akan datang. Indonesia akan lebih maju kalau didukung oleh SDM yang baik dan bertanggungjawab. Selain itu juga perlu terus dikembangkan wirausaha-wirausaha baru berbasis sumberdaya kelautan dan perikanan. Hal ini dimaksudkan guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya tersebut untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Banyak potensi bisnis di sektor kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan secara baik.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, pembangunan kelautan dan perikanan lima tahun ke depan akan lebih efektif dimulai dengan terus mengembangkan kualitas dan kuantitas SDM kelautan dan perikanan. Tanpa adanya upaya pengembangan SDM tersebut, visi Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dikhawatirkan kurang optimal dan mengalami kondisi yang sama dengan pembangunan kelautan dan perikanan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, diperlukan keberpihakan dalam pembangunan SDM tersebut.

Buku ini secara umum membahas tentang pentingnya membangun sumberdaya manusia di bidang kelautan. Buku ini membahas terkait Sejarah Pembangunan Kelautan Indonesia Pasca Kemerdekaan. Selain itu buku ini diperkaya dengan pengalaman Program Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyiapkan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang handal dan bertanggungjawab.

Sebagai penulis, Suseno membuka tulisannya dengan mengedepankan fakta yang memberi alasan bahwa sudah saatnya Indonesia memiliki grand design pembangunan kelautan dan perikanan sebagaimana tertera pada halaman 5 atau bab pertama yang bertajuk Membangun Laut Membangun Sumber Daya Manusia. Pada bab berikutnya penulis menarasikan mengenai sejarah pembangunan kelautan dan sumber daya manusia kelautan pasca-kemerdekaan, yang menurutnya ada lima titik kebangkitan ekonomi kelautan, yaitu era Presiden Soekarno, Soeharto, Abdurahman Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jokowi. Dilanjutkan pada bab tiga mengenai kinerja pengembangan SDM kelautan dan perikanan sejak berdirinya Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) pada tahun 2007.                                                                                                                                                                                                                          

Keberadaan BPSDMKP yang ditunjang oleh tiga peran utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, oleh penulis divisualisasikan kinerjanya dalam bentuk data statistik, tabel,  grafik dan peta sebaran pada bab tiga buku ini. Visualisasi data dalam sistem pengambilan keputusan dan kebijakan BPSDMKP kembali dipaparkan dengan lugas oleh penulis untuk menarasikan bab empat bertajuk SMS Gateway dan dan Sistem Kebijakan Berbasis Kebutuhan Masyarakat.

Penulis juga memperkenalkan istilah Cyber Extention, sebagai berikut: ...Peran Cyber Extention sebagai suatu mekanisme pertukaran informasi melalui area cyber. Suatu ruang imajiner-maya dibalik interkoneksi jaringan komputer melalui peralatan komunikasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media baru penyuluhan dirasa lebih efektif dan efisien dalam penyelenggaraan penyuluhan yang up date. Disamping itu, user juga dapat secara interaktif berbagi informasi dan ilmu pengetahuan...

Atas peran teknologi, informasi dan komunikasi dalam berbagi pengetahuan tersebut, penulis menjelaskan secara argumentatif komponen Cyber Extention, Kebutuhan Informasi dan Tata Kelola Sumber Daya Laut dalam bab 5 dengan visualisasi grafis diagram lingkaran pada halaman 61.

Pada bab 6, penulis mengikutsertakan peran masyarakat dalam pengembangan SDM melalui pelatihan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam wadah P2MKP. Kemampuan penulis menyajikan paragraf eksposisi yang menarik ditunjukkan pada paragraf berikut yang tertera pada halaman 63 dan 64 buku ini, yaitu:

...P2MKP merupakan inkubator wirausaha di sektor kelautan dan perikanan yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan kewirausahaan melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan/ pembinaan elemen bisnis lainnya dengan menyajikan usaha tersebut menjadi perusahaan profitable, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi perusahaan yang sustainable hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Sebagaimana bab-bab sebelumnya, penulis juga melengkapi argumentasinya dengan menyajikan peta sebaran P2MKP, tabel dan grafik bidang usaha, serta profil P2MKP yang telah sukses untuk memperkuat eksistensi P2MKP. Benar-benar memikat dan meyakinkan pembaca.

Profil penyuluh perikanan Prisniardi, S.ST yang diangkat dalam buku ini di halaman 81, Boks 9, merupakan ruh dari bab ke tujuh bertajuk Penyuluhan Perikanan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Sementara bab ke delapan di bagian akhir penulis merekomendasikan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian guna mengoptimalkan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan Indonesia.

Buku ini sangat penting untuk dibaca kalangan akademisi dan pejabat pemerintah bidang kelautan dan perikanan. Buku ini juga layak dijadikan acuan referensi dalam menulis laporan, artikel ataupun karya ilmiah bidang pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan. Pembaca awam pula dapat memperluas pengetahuannya mengenai peranan masyarakat memajukan kewirausahaan disektor kelautan dan perikanan. (Widya Indarti, Pustakawan Pertama Sekretariat BPSDMKP)

 

 

Perpustakaan: 

Comments

Buku ini pantas dimiliki oleh perpustakaan khusus kelautan dan perikanan

Buku ini pantas dimiliki oleh perpustakaan khusus kelautan dan perikanan