Menumbuhkan Minat Baca

  • Posted on: 11 November 2014
  • By: Mardiah

Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Minat baca masyarakat Indonesia terendah se-Asean. Kalimat atau pernyataan di atas mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Pernyataan-pernyataan di atas tentu tidak asal dilontarkan, melainkan melalui suatu survei dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Survei tersebut antara lain:
a. Pada tahun 2006 berdasarkan data Badan Pusat Statistik menunjukan, masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%), mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%).

b. Pada tahun 2009 berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja sama Ekonomi (OECD), budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur.

c. Tahun 2011 berdasarkan survei United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) rendahnya minat baca ini, dibuktikan dengan indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 (dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi).

d. Pada tahun 2012 Indonesia menempati posisi 124 dari 187 Negara dunia dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk, termasuk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan ‘melek huruf’. Indonesia sebagai Negara berpenduduk 165,7 juta jiwa lebih, hanya memiliki jumlah terbitan buku sebanyak 50 juta per tahun. Itu artinya, rata-rata satu buku di Indonesia dibaca oleh lima orang.

Sebagai masyrakat Indonesia tentunya kita miris melihat hasil survey di atas. Apakah kita termasuk orang yang memiliki minat baca yang rendah? Silahkan dijawab, dengan mengukur diri sendiri, “Berapa menit sehari kita habiskan untuk membaca? Berapa banyak buku yang pernah kita baca? Berapa buku yang kita miliki atau koleksi? Apakah setiap hari kita membaca berita dari surat kabar atau dari media elektronik lainnya? Apakah kita pernah mengisi waktu kosong kita dengan membaca? Berapa sering kita mengunjungi perpustakaan? “
Berbicara mengenai minat baca, seberapa penting pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang atau kemajuan suatu negara, sehingga perlu diadakan survey atau penelitian mengenai hal tersebut. Mengapa pula gerakan meningkatkan minat baca sering diadakan baik di sekolah-sekolah maupun yang menjadi agenda utama setiap tahun dari perpustakaan daerah dan perpustakaan nasional. Hal ini tidak lain disebabkan karena membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan tentunya akan lebih berhasil dalam setiap tahap kehidupannya misalnya dalam pendidikan maupun karir. Bukti nyata dari hubungan minat baca masyarakat yang tinggi dengan kemajuan suatu negara adalah Jepang. Tentunya kita juga ingin negara kita yang tercinta ini, menjadi negara yang maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Jepang, bukan?
Salah satu cara untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang gemar membaca. Pembinaan kebiasaan membaca masyarakar (reading habit society), merupakan tanggung jawab bersama, dan dapat dilakukan melalui berbagai jalur, antara lain : (1) jalur diri pribadi; (2) jalur lingkungan rumah tangga/keluarga; (3) jalur lingkungan masyarakat; (4) jalur lembaga pendidikan; (5) jalur instansional (perkantoran); (6) jalur intansi pembina (Perpustakaan Nasional dan Badan Perpustakaan Propinsi)

1. Jalur Diri Pribadi
Menumbuhkan kesadaran dalam diri masing-masing agar termotivasi untuk gemar membaca. Berikut ini adalah kiat-kiat untuk membangkitkan minat baca untuk diri sendiri :

a. Membangun Motivasi
Membangun motivasi minat baca harus dimulai dari dalam diri sendiri. Tanamkan pada diri sendiri bahwa membaca merupakan suatu kebutuhan, seperti halnya kebutuhan akan makan dan minum.

b. Mulailah Membaca Sesuatu Yang Disukai
Untuk meningkatkan minat baca, maka mulailah dengan bacaan yang kita sukai. Selain itu mulailah membaca dengan bacaan-bacaan ringan dan praktis lalu baru dilanjutkan dengan bacaan-bacaan yang sifatnya lebih berat dan serius, contoh mulailah dengan membaca fiksi seperti cerpen atau novel, dilanjutkan dengan membaca buku-buku praktis, (seperti, trik, kiat-kiat) lalu berlanjut ke buku motivasi dan pengembangan diri, dan kemudian baru membaca buku politik, sejarah, sains, dsbnya.

c. Memilih Waktu dan Tempat Yang Tepat Untuk Membaca
Memilih waktu dan tempat yang tepat untuk membaca akan mempengaruhi mood kita dalam membaca.

d. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca biasanya akan muncul apabila dipicu oleh rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan tentang segala hal yang ada di sekitar kita, dan carilah jawaban melalui buku atau bahan bacaan lainnya. Rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakan diri kita melakukan sesuatu.

e. Merekomendasikan Buku
Ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk membangkitkan minat baca. Meminta pendapat atau rekomendasi buku dari seseorang yang sudah membaca buku tersebut, tentu akan mebangkitkan semangat kita untuk mengetahui isi buku secara langsung. Begitupun sebaliknya merekomendasikan buku yang telah kit baca kepada seseorang juga akan memotivasi orang tersebut untuk membaca buku yang kita rekomendasikan.

2. Jalur Lingkungan Rumah Tangga/Keluarga
Berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca dalam lingkungan keluarga, antara lain :
a. Orang tua hendaknya menjadi contoh sebagai orang yang gemar membaca
b. Membacakan cerita pada untuk anak balita, merupakan langkah awal memupuk kegemaran membaca anak.
c. Menghadiahkan buku pada anak atau anggota keluarga lainnya.
d. Membangun perpustakaan keluarga, dll

3. Jalur Lingkungan Masyarakat
Upaya meningkatkan minat baca melaui lingkungan masyarakat diperlukan peran aktif dari pemerintah, misalnya Kepala Desa, atau tokoh tokoh penting dalam masyarakat seperti RT, RW, Karang Taruna, atau warga yang peduli akan pentingnya membaca. Upaya yang dapat dilakukan misalnya mendirikan Pojok Baca, Taman Bacaan, dll.

4. Jalur Lingkungan Pendidikan
Lembaga pendidikan memiliki kewajiban yang sangat besar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Untuk itu keberadaan perpustakaan yang memadai serta peran guru dan pustakawan, merupakan ujung tombak dalam membangkitkan minat siswa dalam membaca (belajar).

5. Jalur Instansional (Perkantoran)
Upaya meningkatkan minat baca melaui instansional/perkantoran adalah bahwa setiap instansi hendaknya memiliki perpustakan instansi/perpustakaan kantor, yang termasuk dalam jenis perpustakaan khusus.

6. Jalur Instansi Pembina
Berbagai upaya dilakukan oleh instansi pembina yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Upaya tersebut antara lain melalui pengadaan Perpustakaan Keliling, Mobil Pintar, Perpustakaan Terapung; melalui gerakan seperti Gerakan Cinta Buku, Hari Buku; melalui perlombaan seperti lomba dongeng, lomba karya tulis; atau melalui kegiatan-kegiatan promosi yang menggandeng pihak sponsor seperti Pameran Buku, Bazaar Buku Murah, dan sebagainya.

Referensi :
Baderi, Athaillah Rahmad Natajumena 2011. Pemasyarakatan Perpustakaan dan Pengembangan Minat Baca: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta
Sehabudin, 2013. Ciyus, Ini 12 Fakta SBY Gagal Tingkatkan Minat Baca, http://metro.kompasiana.com (diakses 26 November 2013)
Stylehidup, 2012. Cara Meningkatkan Motivasi Minat Baca, http://stylehidup.blogspot.com (diakses pada tanggal 26 November 2013)